Museum Sonobudoyo

Museum Sonobudoyo

Yogyakarta memang sangat kental akan budaya Jawanya. Jika kalian ingin melihat ragam budaya Jawa yang lengkap, di Jogja ada sebuah museum yang memang ditujukan untuk siapapun yang ingin mengenal lebih banyak tentang budaya Jawa. Museum tersebut adalah Museum Sonobudoyo. Sebagai salah satu museum paling lengkap, tempat ini tentu menarik minat banyak orang untuk mendatanginya. Jadi, jika Yogyakarta adalah tujuan wisatamu selanjutnya, jangan lupa menyempatkan waktu untuk mampir ke museum yang satu ini.

Tentang Museum Sonobudoyo

Museum Senobudoyo Yogyakarta adalah museum sejarah & kebudayaan Jawa. Ini juga merupakan bangunan dengan arsitektur klasik Jawa yang menyimpan berbagai koleksi sejarah & budaya Jawa. Bahkan, museum ini dianggap terlengkap sesudah Museum Nasional Republik Indonesia yang berada di Jakarta. Museum ini diresmikan pada tahun 1935 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono VIII. Dibanding dengan museum lainnya, museum ini mempunyai koleksi paling banyak dengan lebih dari 43 ribu koleksi.

Lokasi dan Rute Menuju Museum Sonobudoyo

Berada di jantung kota Jogja, museum ini sangat strategis letaknya. Alamatnya ada di jalan Trikora nomor 6 Yogyakarta. Tepatnya, museum ini berada di seberang alun-alun utara Yogyakarta. Museum ini juga memiliki website resmi sendiri sehingga kalian tinggal mengaksesnya untuk mendapatkan informasi lengkap dan terbaru tentang museum ini. Untuk menghubunginya, kalian bisa telpon ke nomor 0274-385664.

Dengan lokasi yang sangat strategis, kalian bisa menuju museum ini dengan mudah dan cepat. Dari perempatan kantor Pos Besar atau Titik Nol, kalian tinggal menuju arah selatan hingga pertigaan alun-alun utara. Dari pertigaan tersebut, silahkan menuju ke arah barat (kanan) kurang lebih sekitar 100 meter. Kalian bisa melihat Museum Sonobudoyo di utara (kanan) jalan dari pertigaan alun-alun tersebut. Intinya, agar mudah mencarinya kalian tinggal menuju Titik Nol terlebih dahulu.

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Museum Sonobudoyo

Untuk mengunjungi Museum Sonobudoyo Jogja, kalian harus tahu kapan hari dan jam bukanya. Untuk hari Selasa sampai Kamis, museum ini buka mulai dari jam 8 pagi hingga jam setengah 4 sore. Untuk hari Jumat, jam bukanya adalah dari jam 8 pagi hingga jam 2 siang saja. Lain halnya dengan hari Sabtu dan Minggu, kalian bisa mengunjungi museum ini dari jam 8 pagi hingga jam 15.30 seperti hari Senin – Kamis. Namun, museum ini tutup di hari Senin dan juga hari libur nasional.

Untuk masuk ke dalam museum, harga tiketnya juga sangat terjangkau. Namun harga tiket tersebut dibagi menjadi beberapa kategori. Untuk dewasa, harga tiket masuknya adalah 3 ribu rupiah per orang. Jika rombongan, harga tiket masuknya dihitung menjadi Rp 2.500 untuk setiap orangnya. Lain halnya dengan anak-anak, harga tiket masuknya adalah Rp 2.500 per anak jika datang sendiri dan 2 ribu per anak jika datang rombongan. Untuk wisatawan asing, harga tiket masuknya sebesar 5 ribu rupiah. Museum ini memiliki 2 unit dan tiket yang sudah dibeli tersebut bisa digunakan untuk mengunjungi unit II tanpa harus membeli tiket lagi.

Fasilitas Museum Sonobudoyo

Ada beberapa fasilitas penunjang yang disediakan di museum ini. Salah satunya adalah koleksi buku & naskah tentang kebudayaan di Indonesia. Jika kalian hobi membaca, kalian tinggal pilih buku mana yang ingin dibaca. Selain itu, ada juga ruang laboratorium konversi. Kemudian, terdapat pula pendopo yang digunakan untuk ruang pengunjung.

Museum Sonobudoyo Unit I

Seperti yang sudah disinggung sedikit di atas, Museum Sonobudoyo memiliki 2 unit. Unit I memiliki auditorium yang bisa digunakan sebagai ruang rapat, seminar atau pelatihan. Untuk lantai pertama, kapasitasnya bisa menampung hingga 75 orang sedangkan lantai 2 bisa menampung hingga 100 orang.

Museum Sonobudoyo Unit II

Di unit II, ada ruang serbaguna. Ruang ini memiliki kapasitas yang besar dan bisa menampung hingga 500 orang. Ruang ini dipergunakan sebagai tempat sarasehan dan pernikahan. Ruang ini sudah dilengkapi dengan beberapa fasilitas seperti ruang transit hingga 15 orang, meja seminar, kursi lipat, sound system, dan AC.

Koleksi-koleksi Museum Sonobudoyo

Museum Sonobudoyo DIY bersifat umum. Pasalnya, ada sekitar 10 macam koleksi yang terdirir dari beberapa kategori berikut ini. Pertama adalah koleksi teknologi. Kedua adalah koleksi Geologi. Kemudian ada juga koleksi Seni Rupa. Lalu terdapat pula koleksi Biologi. Koleksi lainnya meliputi Historika, Numismatika, Arkeologi, Fisiologika, Etnografika dan Keramologi. Kesepuluh macam koleksi tersebut berada di unit I dan unit II. Jika unit I museum ini berada di seberang alun-alun utara, unit II nya berada di daerah Wijilan atau sebelah timur alun-alun utara Jogja.

Salah satu koleksi yang dimiliki oleh museum ini adalah senjata keris. Setidaknya, terdapat tak kurang dari 1200 buah keris dari berbagai daerah di Indonesia. Keris-keris tersebut memiliki tipe dan bentuk yang berbeda-beda seperti keris luk 7, luk 11, luk 13, keris lurus, dll. Dari luar Jawa, ada banyak koleksi keris dari Sulawesi, Mandau, Bali, dan Madura. Tak hanya itu saja, bahan baku untuk membuat keris juga menjadi salah satu koleksinya. Bahan baku yang sudah ada sejak tahun 700 Masehi ini dikenal dengan nama Wesi Buddha.

Museum Sonobudoyo juga memiliki koleksi benda-benda peninggalan masa pra-sejarah hingga masuknya Islam ke Indonesia. Misalnya adalah kain batik, topeng, wayang, kubur batu, teracota, kapak batu, dan lain sebagainya. Salah satu koleksi unggulannya adalah topeng emas Puspa Sarira. Topeng ini terbuat dari bahan emas sebagai perwujudan dari Gayatri.

Berbagai naskah serta buku-buku yang ada kaitannya dengan sejarah dan juga kebudayaan juga termasuk dalam koleksi yang disediakan di museum ini. Tak heran jika museum ini kerap kali dijadikan jujugan oleh banyak mahasiswa ataupun peneliti yang ingin mencari referensi buku ataupun naskah.

Kalian juga bisa menemukan banyak sekali pajangan menarik seperti kain bendera merah putih dengan bayangan wayang dibelakangnya, replika andong, dan semacam kain. Jika kalian ingin belajar tentang manusia purba, ada banyak koleksi tengkorak dan tulang paha manusia purba di museum ini. Untuk koleksi wayang, ada wayang dupara, wayang klitik, wayang golek menak Yogyakarta, wayang golek Purwa Pasundang, wayang kulit Purwa Yogyakarta, wayang gedhong Solo, wayang Sadat, dan masih banyak lagi koleksi wayang yang bisa kalian temukan di museum ini.

Menjelajahi Museum Sonobudoyo bisa menghabiskan waktu seharian. Untuk itu, jangan lewatkan kesempatan mendapatkan paket wisata ke museum ini dan juga tempat wisata lain di https://www.kartanesia.com. Dengan biaya yang terjangkau, kalian bisa menghabiskan wisata di Yogyakarta sepuasnya dan mendapat pengalaman liburan yang menyenangkan. Tak hanya museum, Yogyakarta juga kaya akan wisata alam dan wisata lainnya.